Halo Sobat UMKM!

Media UMKM

Selamat Datang Selamat Bergabung Mari Berbisnis

Senin, 25 Juli 2016

Kemenkop dan UKM Kaji Permohonan Koperasi Jadi Penyalur KUR



Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, mengungkapkan hingga saat ini pihaknya sudah menerima permohonan 15 koperasi untuk menjadi penyalur kredit usaha rakyat (KUR). Dari jumlah tersebut baru satu koperasi yang sudah disetujui yakni Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa yang berkantor pusat di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Sisanya masih dalam penilaian. "Modal, sistem IT jadi syarat koperasi itu menjadi penyalur KUR. Ini banyak sudah koperasi 15, mungkin akan bertambah lagi," ungkap Puspayoga dalam acara pelatihan SDM pariwisata melalui setifikasi, SDM KUKM bidang ekspor dan ritel koperasi serta pelatihan permahaman perkoperasian bagi PPKL di Denpasar, Bali, Sabtu (23/7/2016) sebagaima dalam keterangannya Minggu (24/7/2016) malam.

Selain itu, persyaratan koperasi untuk menjadi penyalur KUR pada dasarnya sama dengan bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Diantaranya, non performing loan (NPL) di bawah 5 persen, portofolio kredit di atas 5 persen, online system dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), dan melakukan kerja sama pembiayaan dengan Kementrian Koperasi dan UKM sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

"Kita fokus ekonomi kerakyatan, Presiden Jokowi sangat konsisten, UKM diberikan kemudahan pembiayaan," jelas Puspayoga.

Presiden Jokowi, lanjut Purpayoga, sangat mendukung program koperasi dijadikan sebagai penyalur KUR, sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengembangkan koperasi. Salah satu bentuk dukungan presiden yakni dengan memberikan lahan kelapa sawit miliki negara yang tadinya dikelola pihak swasta, kepada koperasi.

"Presiden aparesiasi, sebanyak-banyaknya koperasi bisa menjadi penyalur KUR. Tahun 2017 bunga KUR akan turun jadi 7 persen dan perhatian beliau kepada koperasi sangat tinggi, di daerah tanaman kelapa sawit akan diberikan tanah negara bukan ke swasta lagi tapi kepada koperasi," katanya.

Pelatihan SDM

Puspayoga melakukan kunjungan kerja ke Bali dalam rangka menghadiri acara pembekalan pelatihan SDM pariwisata melalui setifikasi, SDM KUKM bidang ekspor dan ritel koperasi serta pelatihan permahaman perkoperasian bagi PPKL. Pelatihan ini melibatkan 330 peserta dari pelaku usaha, tour guide dan pengelola homestay. “Berikan perhatian lebih, dengan pelatihan ini masyarakat lokal (Bali) bisa jadi bos di rumah-nya sendiri," ucap Puspayoga.

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Pengambangan SDM, Kemenkop UKM, Prakoso BS, menjelaskan, acara pelatihan yang dilakukan untuk menyiapkan SDM yang handal dalam menghadapi pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Masing-masing peserta akan dibekali sertifikat usai mengikuti pelatihan selama tiga hari.

"Dengan adanya kegiatan ini diharapkan di Bali sudah bisa mencapai di atas 50 persen pengeloa homestay dan guide mempunyai sertifikasi saat ini 35 persen baru," ujar Prakoso.

Pelatihan ini sudah yang keempat kalinya. Prakoso menjelaskan pelatihan pengembangan SDM khusunya homestay dan tour guide diprioritaskan di Bali, karena provinsi ini merupaka penyumbang devisa terbesar dari bidang pariwisata. Setelah dari Bali, fokus pelatihan, menurut dia akan dilanjutkan ke Bandung dan Yogjakarta.

"Kenapa Kemkop dan UKM lakukan, karena kita harapkan mereka itu bergabung dalam koperasi, pemandu lokal, nasional. Bisa juga untuk ke luar negeri, sertifikasi itu sangat penting," tandas dia.

Sedangkan buat pelaku usaha yang berorientasi ekspor dan retail, berikan pelatihan dan sertifikasi supaya mereka bisa langsung melakukan kegiatan ekspor, dengan begitu omsetnya diharapkan akan bertambah menjadi besar. Kemkop dan UKM sendiri menargetkan menerbitkan 1.000 sertifikasi pada tahun ini.

"Oleh sebab itu, dalam waktu dekat ini minimal kita sertifikasikan 1000 orang untuk semua, kalau di Bali hampir 500-an tahun ini, tapi karena dananya terbatas apa yang ada kita maksimalkan saja," pungkasnya.

Dewa Nyoman Patra, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali mengatakan ada tiga permasalahan utama yang dihadapai koperasi di Bali, yakni masalah SDM, modal dan pasar. Namun yang paling berat adalah masalah SDM. Karena itu, ia berterima kasih kepada pemerintah pusat dalam hal ini, Kemenkop UKM telah menggelar pelatihan pengembangan SDM di Bali.

"Kami juga sudah dikucurkan dana dari Pak Meneri Rp 5 miliar untuk 1411 orang koperasi UKM dan sekarang sedang berlangsung. Masih banyak koperasi yang kita bina dari sisi SDM," tukasnya.

Dalam acara pelatihan ini, selain dihadiri oleh pelaku usaha, tour guide, pengelola homestay, pihaknya juga mengundang perwakilan pihak bank dari BRI, Mandiri dan BNI.

(***)



Sumber: beritasatu.com

smartbisnis.co.id
sonyswangga.blogspot.co.id

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 komentar:

Posting Komentar

JOHN DOE
+123-456-789
Melbourne, Australia

SEND ME A MESSAGE